Manajemen Stategi

Image

PT CAMPINA ICE CREAM INDUSTRY

Sejarah Ice Cream Campina
PT. Campina Ice Cream Industry adalah salah satu perusahaan es krim terkemuka di Indonesia yang didirikan pada awal tahun 1970. Adalah keluarga Pranoto yang mulai merintis pembuatan es krim secara sederhana di garasi rumah mereka di Surabaya.
Sepuluh tahun pertama periode 1970 hingga 1980 merupakan masa-masa usaha yang keras dimana pada saat itu es krim belum sepopuler sekarang ini. Masih tetap dilokasi yang sama pembuatan es krim mulai menggunakan mesin sederhana yang khusus didatangkan dari Italia. Seiring laju perkembangan usaha, pada tahun 1985 seluruh kegiatan usaha dipindahkan ke lokasi industri bergengsi di Rungkut Industrial Estate Surabaya.
Pada tahun 1994 keluarga Sabana Prawirawidjaja sebagai pemilik PT. Ultrajaya Milk Ind. Berpartisipasi dalam kepemilikan saham dan pada tahun ini pula merupakan awal dari perkembangan usaha kearah industri modern. Momentum bersejarah terjadi pada tahun yang sama dengan perubahan nama dari CV. Pranoto Pancajaya menjadi PT. Campina Ice Cream Industry dan setahun kemudian dilakukan konsolidasi internal untuk memperkuat jajaran divisi pemasaran dan penjualan sebagai ujung tombak perusahaan. Sejalan dengan perkembangan usaha yang terjadi, pada tahun 1998 dilakukan renovasi pabrik dan penambahan mesin-mesin modern sebagai penunjang kegiatan produksi.
Kini perjalanan panjang dengan serangkaian kendala dan tantangan telah mengantarkan PT. Campina Ice Cream Industry menjadi salah satu produsen es krim terbesar dan terkemuka di Indonesia.

• Visi dan Misi:
Di tengah suasana perekonomian negara yang masih belum menentu ditambah perkembangan situasi politik yang tidak menguntungkan, ada hal yang tetap memberi harapan bahwa memasuki tahun 2003 dunia industri Indonesia akan mengalami perkembangan yang mengembirakan, demikianlah prediksi para ekonom Indonesia.
Memasuki abad milenium, Direksi PT. Campina Ice Cream Industry telah menetapkan visi perusahaan ke depan adalah :
”Menjadikan PT. Campina Ice Cream Industry sebagai salah satu produsen es krim dan makanan beku yang terbaik dan terbesar di Indonesia dengan senantiasa mengutamakan kepuasan para pelanggan saham dan para karyawan, serta memegang teguh prinsip usaha yang bersahabat dengan lingkungan”.
Bertitik tolak dari Visi yang telah ditetapkan, seluruh jajaran staf, karyawan dan Direksi PT. Campina Ice Cream Industry merapatkan barisan mengatur langkah ke depan dalam mengemban Misi Perusahaan yaitu :
“Memiliki kepekaan tinggi untuk senantiasa berorientasi kepada pasar dan pelanggan, mengoptimalkan seluruh sumber daya dan aset perusahaan guna memberikan nilai lebih sebagai wujud pertanggungjawaban kepada para pemilik saham serta menjalankan usaha dengan memperhatikan lingkungan alam dan masyarakat sekitar”
Strategy bisnis PT. Campina Ice Cream Industry
Strategi bisnis di PT. Campina Ice Cream Industry mengacu pada 4P yaitu product, price, promotion, and place.
1. Product
PT. Campina Ice Cream Industry sebagai penyalur produk ice cream selalu berupaya untuk terus menganalisa produknya, terutama dari segi rasa, komposisi gizi yang terkandung di dalamnya, hal inilah yang kemudian membuat Campina dikenal sebagai produsen es krim sehat karena mampu menangkap keinginan konsumen untuk tetap sehat meski banyak memakan es krim. Selain faktor rasa dan komposisi gizi, kemasan adalah salah satu faktor yang menarik anak-anak untuk suka. Anak-anak selalu menyukai apa saja bila itu menyinggung karakter idola mereka. Campina selalu mencoba dan mencari tahu karakter apa yang disukai anak-anak masa kini.
Campina tidak saja menyasar anak-anak sebagai pasarnya. Selain anak-anak, segmen yang disasar adalah remaja dan keluarga. Untuk remaja, Campina meluncurkan produk yang dilabeli dengan nama Conserto. Sedangkan untuk pasar keluarga mereka membuat kemasan take home (bisa dibawa pulang). Kontribusi produk untuk anak dan remaja mendominasi dalam total penjualan Campina.
2. Price (harga)
Harga merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemasaran produk es krim stick, mengingat persaingan yang sangat ketat dari es krim lainnya. Oleh karena itu, PT. Campina Ice Cream Industry berupaya menetapkan harga yang lebih ekonomis dibanding harga produk persaingan
3. Promotion (promosi)
Dalam berpromosi, Campina memilih tepat media dalam penempatannya Iklan di televisi dan mendatangi sekolah-sekolah. Termasuk melalui penerimaan kunjungan pabrik bagi umum untuk melihat proses produksi dan kegiatan lainnya. Untuk menjaga hubungan yang harmonis dengan para pelanggan serta mitra usaha, PT. Campina Ice Cream Industry memiliki agenda kegiatan tahunan baik promosi, layanan masyarakat serta bekerja sama dengan institusi pemerintah maupun organisasi masyarakat untuk secara berkala mengadakan kegiatan pertemuan di berbagai daerah di tanah air.
4. Place (tempat dan distribusi produk).
Selain itu, kunci sukses dalam bisnis es krim adalah jarak penglihatan konsumen dan distribusi. Sebisa mungkin kotak freezerCampina bisa dilihat oleh anak-anak. Bahkan, logo Campina bisa dilihat dari jalan, sehingga orang tahu bahwa di toko tersebut terdapat es krim Campina. PT. Campina Ice Cream Industry memasarkan produk yanng dihasilkan melalui distributor-distributor terpilih yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
• komitmen:
Produk-produk es krim dan makanan beku dari PT. Campina Ice Cream Industry yang dinikmati oleh para pelanggan, dihasilkan setelah melampaui serangkaian proses produksi yang menggunakan bahan baku berkualitas tinggi, dikerjakan oleh para tenaga kerja terdidik dan telah melalui uji mutu yang ketat agar produk selalu tersaji dengan baik.
Di tengah persaingan usaha yang ketat di bidang industri makanan beku serta munculnya pelaku-pelaku pasar yang baru, menjadikan PT. Campina Ice Cream Industry khususnya divisi riset dan perkembangan produk senantiasa melakukan inovasi dengan menciptakan brand-brand baru dan mengeluarkan kemasan baru dengan visualisasi yang menarik untuk produk ukuran Family dan Mini Pack.
Untuk menjaga hubungan yang harmonis dengan para pelanggan serta mitra, PT. Campina Ice Cream Industry memilikiagenda kegiatan tahunan baik promosi, layanan masyarakat serta bekerjasama dengan institusi pemerintah maupun organisasi masyarakat untuk secara berkala mengadakan kegiatan promosi dan pertemuan di berbagai daerah di tanah air.
Dukungan para pelangan, mitra usaha serta masyarakat pada umumnya menjadikan PT. Campina Ice Cream Industry sebagai salah satu perusahaan es krim terkemuka yang hingga kini tetap melakukan konsolidasi agar menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan pasar dan menungkatkan kemampuan produksi sesuai permintaan yang terus meningkat.
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses,opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.

ANALISIS SWOT PADA “PT CAMPINA”
Identifikasi Strength (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Oppurtunity (Peluang), dan Threat (Ancaman) :
Strength (Kekuatan)
• Campina memiliki Brand Image yang cukup melekat di kalangan masyarakat.
• Harga produk2 Campina cukup bervariasi dan terjangkau.
• Campina menawarkan produk2 yang berkualitas.
Weakness (Kelemahan)
• Rasa yang tidak terlalu varian (umum: strawberry,coklat,vanila)
• Kurangnya pemasaran yang merata
Oppurtunity (Peluang)
• Daerah tropis Indonesia membuat banyak orang menyukai es krim
• Adanya permintaan masyarakat terhadap produk es krim yang meningkat
Threats (Ancaman)
• Banyaknya pesaing yang lebih menawarkan produk yang lebih varian
• Kekuatan merk lain yang lebih menguaasai pasar lebih luas

Untuk Rating Strength di beri kriteria :
• Rating 1 : Sedikit kuat
• Rating 2 : Agak kuat
• Rating 3 : Kuat
• Rating 4 : Sangat kuat
Untuk Rating Weakness di beri kriteria :
• Rating 1 : Sedikit lemah
• Rating 2 : Agak lemah
• Rating 3 : Lemah
• Rating 4 : Sangat lemah

Untuk Rating Oppurtunity di beri kriteria :
• Rating 1 : Sedikit peluang
• Rating 2 : Agak peluang
• Rating 3 : Peluang
• Rating 4 : Sangat peluang
Untuk Rating Threats di beri kriteria :
• Rating 1 : Sedikit mengancam
• Rating 2 : Agak mengancam
• Rating 3 : Mengancam
• Rating 4 : Sangat mengancam

Agar Campina dapat menganalisis situasi saat ini maka di gunakanlah analisis SWOT dengan melakukan penilaian terhadap faktor Internal dan Eksternal menggunakan pendekatan kuantitatif. Penilaian terhadap indikator di gunakan nilai berskala empat, yaitu satu : di bawah rata-rata, dua: rata-rata, tiga : di atas rata-rata, empat : sangat baik.
Strength (Kekuatan) Nilai Bobot Rating Skor
• Campina memiliki Brand Image yang cukup melekat di kalangan masyarakat.
3 0,07 3
0,21
• Harga produk2 Campina cukup bervariasi dan terjangkau.
3 0,07 4 0,28
• Campina menawarkan produk2 yang berkualitas.
3 0,07 4
0,28
TOTAL 8 0,28 5 0,77

Weakness (Kelemahan) Nilai Bobot Rating Skor
• Rasa yang tidak terlalu varian (umum: strawberry,coklat,vanila)
3 0,07 3
0,21
• Kurangnya pemasaran yang merata
3 0,07 3 0,21

TOTAL 6 0,14 6 0,42

Oppurtunity (Peluang) Nilai Bobot Rating Skor
• Daerah tropis Indonesia membuat banyak orang menyukai es krim
4 0,09 4 0,36
• Adanya permintaan masyarakat terhadap produk es krim yang meningkat
3 0,07 3 0,21
TOTAL 7 0,16 7 0,57

Threats ( Ancaman) Nilai Bobot Rating Skor
• Banyaknya pesaing yang lebih menawarkan produk yang lebih varian
3 0,07 3 0,21
• Kekuatan merk lain yang lebih menguaasai pasar lebih luas
3 0,07 3 0,21

TOTAL 6 0,14 6 0,42

ANALISIS MATRIKS SWOT
Berdasarkan analisis yang di dapat dari analisis Internal dan Eksternal pada tabel di atas, hasilnya dapat di rangkum sebagai berikut:
1. Skor total Strength : 0,77
2. Skor total Weakness : 0,42
3. Skor total Oppurtunity : 0,57
4. Skor total Threats : 0,42

Maka penentuan campina dapat di gambarkan sebagai matrik SWOT sebagai berikut :
1. Koordinat Analisis Internal :
Sumbu X (skor kekuatan – skor kelemahan)/2
(0,77 – 0,42)/2 = 0,175

2. Koordinat Analisis Ekxternal :
Sumbu Y (skor peluang – skor ancaman)/2
( 0,57 – 0,42 )/2 = 0,075
Jadi titik koordinatnya terletak pada ( 0,175 ; 0,075 )

Strategi bisnis :
• Prioritas I
Menciptakan produk baru untuk pelanggan dengan varian rasa yang berbeda dari sebelum – belumnya.
• Prioritas II
Meningkatkan pangsa pasar yang ada melalui usaha pemasaran secara besar-besar an dan meluas tentunya

Manajemen Strategi PT Campina Ice Cream Industry

PT CAMPINA ICE CREAM INDUSTRY

Sejarah Ice Cream Campina

PT. Campina Ice Cream Industry adalah salah satu perusahaan es krim terkemuka di Indonesia yang didirikan pada awal tahun 1970. Adalah keluarga Pranoto yang mulai merintis pembuatan es krim secara sederhana di garasi rumah mereka di Surabaya.
Sepuluh tahun pertama periode 1970 hingga 1980 merupakan masa-masa usaha yang keras dimana pada saat itu es krim belum sepopuler sekarang ini. Masih tetap dilokasi yang sama pembuatan es krim mulai menggunakan mesin sederhana yang khusus didatangkan dari Italia. Seiring laju perkembangan usaha, pada tahun 1985 seluruh kegiatan usaha dipindahkan ke lokasi industri bergengsi di Rungkut Industrial Estate Surabaya.
Pada tahun 1994 keluarga Sabana Prawirawidjaja sebagai pemilik PT. Ultrajaya Milk Ind. Berpartisipasi dalam kepemilikan saham dan pada tahun ini pula merupakan awal dari perkembangan usaha kearah industri modern. Momentum bersejarah terjadi pada tahun yang sama dengan perubahan nama dari CV. Pranoto Pancajaya menjadi PT. Campina Ice Cream Industry dan setahun kemudian dilakukan konsolidasi internal untuk memperkuat jajaran divisi pemasaran dan penjualan sebagai ujung tombak perusahaan. Sejalan dengan perkembangan usaha yang terjadi, pada tahun 1998 dilakukan renovasi pabrik dan penambahan mesin-mesin modern sebagai penunjang kegiatan produksi.
Kini perjalanan panjang dengan serangkaian kendala dan tantangan telah mengantarkan PT. Campina Ice Cream Industry menjadi salah satu produsen es krim terbesar dan terkemuka di Indonesia.

• Visi dan Misi:
Di tengah suasana perekonomian negara yang masih belum menentu ditambah perkembangan situasi politik yang tidak menguntungkan, ada hal yang tetap memberi harapan bahwa memasuki tahun 2003 dunia industri Indonesia akan mengalami perkembangan yang mengembirakan, demikianlah prediksi para ekonom Indonesia.
Memasuki abad milenium, Direksi PT. Campina Ice Cream Industry telah menetapkan visi perusahaan ke depan adalah :
”Menjadikan PT. Campina Ice Cream Industry sebagai salah satu produsen es krim dan makanan beku yang terbaik dan terbesar di Indonesia dengan senantiasa mengutamakan kepuasan para pelanggan saham dan para karyawan, serta memegang teguh prinsip usaha yang bersahabat dengan lingkungan”.
Bertitik tolak dari Visi yang telah ditetapkan, seluruh jajaran staf, karyawan dan Direksi PT. Campina Ice Cream Industry merapatkan barisan mengatur langkah ke depan dalam mengemban Misi Perusahaan yaitu :
“Memiliki kepekaan tinggi untuk senantiasa berorientasi kepada pasar dan pelanggan, mengoptimalkan seluruh sumber daya dan aset perusahaan guna memberikan nilai lebih sebagai wujud pertanggungjawaban kepada para pemilik saham serta menjalankan usaha dengan memperhatikan lingkungan alam dan masyarakat sekitar”
Strategy bisnis PT. Campina Ice Cream Industry
Strategi bisnis di PT. Campina Ice Cream Industry mengacu pada 4P yaitu product, price, promotion, and place.
1. Product
PT. Campina Ice Cream Industry sebagai penyalur produk ice cream selalu berupaya untuk terus menganalisa produknya, terutama dari segi rasa, komposisi gizi yang terkandung di dalamnya, hal inilah yang kemudian membuat Campina dikenal sebagai produsen es krim sehat karena mampu menangkap keinginan konsumen untuk tetap sehat meski banyak memakan es krim. Selain faktor rasa dan komposisi gizi, kemasan adalah salah satu faktor yang menarik anak-anak untuk suka. Anak-anak selalu menyukai apa saja bila itu menyinggung karakter idola mereka. Campina selalu mencoba dan mencari tahu karakter apa yang disukai anak-anak masa kini.
Campina tidak saja menyasar anak-anak sebagai pasarnya. Selain anak-anak, segmen yang disasar adalah remaja dan keluarga. Untuk remaja, Campina meluncurkan produk yang dilabeli dengan nama Conserto. Sedangkan untuk pasar keluarga mereka membuat kemasan take home (bisa dibawa pulang). Kontribusi produk untuk anak dan remaja mendominasi dalam total penjualan Campina.

2. Price (harga)
Harga merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemasaran produk es krim stick, mengingat persaingan yang sangat ketat dari es krim lainnya. Oleh karena itu, PT. Campina Ice Cream Industry berupaya menetapkan harga yang lebih ekonomis dibanding harga produk persaingan

3. Promotion (promosi)
Dalam berpromosi, Campina memilih tepat media dalam penempatannya Iklan di televisi dan mendatangi sekolah-sekolah. Termasuk melalui penerimaan kunjungan pabrik bagi umum untuk melihat proses produksi dan kegiatan lainnya. Untuk menjaga hubungan yang harmonis dengan para pelanggan serta mitra usaha, PT. Campina Ice Cream Industry memiliki agenda kegiatan tahunan baik promosi, layanan masyarakat serta bekerja sama dengan institusi pemerintah maupun organisasi masyarakat untuk secara berkala mengadakan kegiatan pertemuan di berbagai daerah di tanah air.

4. Place (tempat dan distribusi produk).
Selain itu, kunci sukses dalam bisnis es krim adalah jarak penglihatan konsumen dan distribusi. Sebisa mungkin kotak freezerCampina bisa dilihat oleh anak-anak. Bahkan, logo Campina bisa dilihat dari jalan, sehingga orang tahu bahwa di toko tersebut terdapat es krim Campina. PT. Campina Ice Cream Industry memasarkan produk yanng dihasilkan melalui distributor-distributor terpilih yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

• komitmen:
Produk-produk es krim dan makanan beku dari PT. Campina Ice Cream Industry yang dinikmati oleh para pelanggan, dihasilkan setelah melampaui serangkaian proses produksi yang menggunakan bahan baku berkualitas tinggi, dikerjakan oleh para tenaga kerja terdidik dan telah melalui uji mutu yang ketat agar produk selalu tersaji dengan baik.
Di tengah persaingan usaha yang ketat di bidang industri makanan beku serta munculnya pelaku-pelaku pasar yang baru, menjadikan PT. Campina Ice Cream Industry khususnya divisi riset dan perkembangan produk senantiasa melakukan inovasi dengan menciptakan brand-brand baru dan mengeluarkan kemasan baru dengan visualisasi yang menarik untuk produk ukuran Family dan Mini Pack.
Untuk menjaga hubungan yang harmonis dengan para pelanggan serta mitra, PT. Campina Ice Cream Industry memilikiagenda kegiatan tahunan baik promosi, layanan masyarakat serta bekerjasama dengan institusi pemerintah maupun organisasi masyarakat untuk secara berkala mengadakan kegiatan promosi dan pertemuan di berbagai daerah di tanah air.
Dukungan para pelangan, mitra usaha serta masyarakat pada umumnya menjadikan PT. Campina Ice Cream Industry sebagai salah satu perusahaan es krim terkemuka yang hingga kini tetap melakukan konsolidasi agar menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan pasar dan menungkatkan kemampuan produksi sesuai permintaan yang terus meningkat.

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses,opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.

STUDI KASUS PERUSAHAAN “ MCDONALDS” DALAM MENYUSUN STRATEGI

Perkembangan perekonomian saat ini sangat pesat seiring dengan pertumbuhan ekonomi di
segala bidang terutama bidang perdagangan yang mulai menawarkan produk investasi seperti
franchise (Waralaba), lisensi, dan lain-lain. Diantara sekian banyak produk investasi yang
ditawarkan, franchise merupakan salah satu alternatif investasi yang dipilih karena proses
pengoperasiannya yang mudah, dan sistem manajerial yang sudah jelas serta sesuai dengan
standar operasi yang telah dilaksanakan di perusahaan secara umum.
Mari kita perhatikan gerai-gerai peritel, mulai dari peritel modal besar, misalnya Carrefour,
Giant, Hypermart; peritel menengah yang bermunculan dimana-mana, sampai-sampai berada di kompleks perumahan, di pinggir jalan misalnya:
AlfaMidi, Alfamart, Indomart, Yomart, Ceriamart, Yogya, Griya; semuanya beroperasi dalam satu naungan manajemen waralaba.
Apalagi kalau kita memperhatikan tumbuh dan menyebar waralaba berciri khas warna hijau-
merah-jingga-putih, Seven-Eleven; anak-anak muda selalu menyebut Sevel, sepertinya waralaba ini muncul dikhususkan untuk para kawula muda.
Banyak manfaat yang dapat dipetik oleh calon konsumen:

1.Dalam arti calon konsumen dimanjakan dalam banyak pilihan, produk beragam, tinggal
bagaimana memenuhi dan memanjakan selera.
2.Terbuka kesempatan kerja dimana-mana.
3.Memotivasi kepada industri ritel domestik untuk meningkatkan kualitas layanan dan
kualitas produk untuk memenangkan persaingan.

Dalam Bab kali ini kita akan membahas mengenai Proses manajemen Strategi dalam pengoperasian Perusahaan “MCDONALDS”.

PROSES MANAJEMEN STRATEGI

1. Menetapkan arah dan misi organisasi
Setiap organisasi pasti mempunyai visi,misi dan tujuan. Visi,
misi dan tujuan ini akan menentukan arah yang akan dituju oleh organisasi. Tanpa adanya visi,misi, dan tujuan maka kinerja organisasi akan berjalan acak dan kurang jelas serta mudah berubah dan diombang-ambingkan oleh situasi eksternal. Perubahan yang tidak mempunyai visi, misi dan tujuan.seringkali bertindak spontantitas dan kurang sistematis seperti yang dilakukan oleh pedagang kecil hanya untuk memperoleh sesuap nasi. Tentunya hal ini tidak boleh terjadi bagi suatu organisasi bisnis (perusahaan) apalagi jika perusahaan tersebut boleh dikatakan skala menengah dan atas.

2. Memahami lingkungan internal dan eksternal
Tujuan analisis lingkungan adalah untuk dapat mengerti dan memahami lingkungan oraganisasi
sehingga manajemen akan dapat melakukan reaksi secara tepat terhadap setiap perubahan,
selain itu agar manajemen mempunyai kemampuan merespon berbagai isu kritis mengenai lingkungan yang mempunyai pengaruh yang cukup kuat terhadap perusahaan.
Lingkungan terdiri dari lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Lingkungan eksternal
berada di luar perusahaan sedangkan lingkungan internal berada di dalam perusahaan.
Lingkungan eksternal: Memiliki dua variabel yakni peluang (opportunity)dan acaman (threats)
Terdiri dari dua bagian yaitu lingkungan tugas dan lingkungan umum
Lingkungan internal: Memiliki dua variabel yakni kekuatan (strength)dan kelemahan(weakness).
Mencakup semua unsur bisnis yang ada di dalam perusahaan seperti struktur
organisasi perusahaan, budaya perusahaan dan sumber daya.

3. Merumuskan strategi
Formulasi strategi melibatkan penetapan serangkaian tindakan yang tepat guna mencapai
tujuan perusahaan. Formulasi strategi ini meliputi pengembangan misi bisnis, analisa SWOT:
mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal serta mengukur dan menetapkan kelemahan
dan kekuatan internal dan menetapkan tujuan jangka panjang.

Analisa SWOT
SWOT merupakan singkatan dari strength (kekuatan), weakness(kelemahan), opportunity (peluang) dan threats(ancaman). Pendekatan ini mencoba menyeimbangkan kekutaan dan
kelemahan internal organisasi dengan peluang dan ancaman lingkungan eksternal organisasi.
Kekuatan (strength):
merupakan suatu kondisi,perusahaan mampu melakukan semua tugasnya sangat baik (diatas rata-rata industri).

Kelemahan (weakness):
merupakan suatu kondisi,perusahaan kurang mampu melaksanakan tugasnya secara
baik di karenakan sarana dan prasarananya kurang mencukupi.

Peluang (opportunity):
merupakan suatu potensi bisnis atau setiap peluang dan kesempatan
menguntungkan yang dapat diraih oleh perusahaan yang masih belum di kuasai oleh pihak
pesaing dan masih belum tersentuh oleh pihak manapun.

MANAJEMEN STRATEGIK

MANAJEMEN STRATEGIK

STRATEGI DAN TAKTIK

Kedua kata ini, strategi dan taktik, cukup sering kita dengar, misalnya di bidang militer, politik dan bisnis. Disini saya mencoba memaparkan perbedaan kedua kata itu dalam aplikasi bisnis.
Strategi adalah pendekatan (cara) umum yang dilakukan suatu organisasi atau perusahaan untuk mencapai dan memperoleh tujuan. Sedangkan taktik adalah cara-cara yang bersifat spesifik yang dilakukan untuk menerapkan strategi yang dipilih.
Misalnya si Abah, seorang entrepreneur yang baru saja memulai usaha minimarket, dalam istilah klasik “kedai sampah” ^_^
Si Abah bertujuan untuk terus menghidupkan, memajukan dan mengembangkan minimarket tersebut dengan keuntungan bersih minimal 20%. Untuk mencapai dan memperoleh tujuan itu si Abah menerapkan tiga strategi yaitu Nyaman, Murah dan Cepat.
Oh ya, sebelum si Abah membuka usaha minimarket itu, dia telah melakukan penelitian bisnis awal (Start Up Business Research) yang memberikan data-data bahwa potensi bisnis minimarket di lokasi yang dipilihnya sangat menguntungkan (mengenai penelitian bisnis awal, insyaallah dalam tulisan tersendiri).
Dalam merealisasikan ketiga strategi itu, si Abah menerapkan taktik-taktik sebagai berikut:
Strategi Nyaman
Taktik-taktik yang dilakukan adalah:
1. Suhu ruangan minimarket tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin (adem)
2. Dinding, rak-rak dan lantai yang bersih
3. Rak-rak dan produk-produk dagangan disusun rapi, dikelompokkan berdasarkan jenisnya

Strategi Murah
Taktik-taktik yang digunakan adalah:
1. Membuat tiga hari promo setiap bulannya
2. Diskon 3 % untuk setiap belanja Rp. 200.000,-
3. Mengembalikan selisih harga, apabila produk sejenis yang dijual di minimarket lain lebih murah

Strategi Cepat
Taktik-taktik yang dipakai adalah:
1. Menyediakan recehan yang relatif banyak, dan dikelompokkan berdasarkan nilainya dalam laci kasir
2. Menyediakan dua meja kasir
3. Menggunakan price tag scanner

Nah, dengan contoh di atas, jelaslah sudah perbedaan antara strategi dengan taktik ^_^
Berdasarkan data-data hasil evaluasi yang diperoleh setelah menerapkan ketiga strategi dan taktik-taktiknya selama misalnya tiga bulan, akan diketahui efektivitas dan efisiensinya dengan tujuan utama sebagai tolak ukurnya. Data-data tersebut merupakan data primer dalam penilitian bisnis.
Si Abah merencanakan akan melakukan penelitian bisnis setiap tahunnya untuk mengetahui kendala-kendala bisnis yang dihadapi sehingga dapat diketahui hal-hal yang mesti diubah, diperbaiki atau ditingkatkan.

By: Naning Nichasari (01111037)
Akuntansi

MANAJEMEN STRATEGIK

STRATEGI DAN TAKTIK

Kedua kata ini, strategi dan taktik, cukup sering kita dengar, misalnya di bidang militer, politik dan bisnis. Disini saya mencoba memaparkan perbedaan kedua kata itu dalam aplikasi bisnis.
Strategi adalah pendekatan (cara) umum yang dilakukan suatu organisasi atau perusahaan untuk mencapai dan memperoleh tujuan. Sedangkan taktik adalah cara-cara yang bersifat spesifik yang dilakukan untuk menerapkan strategi yang dipilih.
Misalnya si Abah, seorang entrepreneur yang baru saja memulai usaha minimarket, dalam istilah klasik “kedai sampah” ^_^
Si Abah bertujuan untuk terus menghidupkan, memajukan dan mengembangkan minimarket tersebut dengan keuntungan bersih minimal 20%. Untuk mencapai dan memperoleh tujuan itu si Abah menerapkan tiga strategi yaitu Nyaman, Murah dan Cepat.
Oh ya, sebelum si Abah membuka usaha minimarket itu, dia telah melakukan penelitian bisnis awal (Start Up Business Research) yang memberikan data-data bahwa potensi bisnis minimarket di lokasi yang dipilihnya sangat menguntungkan (mengenai penelitian bisnis awal, insyaallah dalam tulisan tersendiri).
Dalam merealisasikan ketiga strategi itu, si Abah menerapkan taktik-taktik sebagai berikut:
Strategi Nyaman
Taktik-taktik yang dilakukan adalah:
1. Suhu ruangan minimarket tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin (adem)
2. Dinding, rak-rak dan lantai yang bersih
3. Rak-rak dan produk-produk dagangan disusun rapi, dikelompokkan berdasarkan jenisnya

Strategi Murah
Taktik-taktik yang digunakan adalah:
1. Membuat tiga hari promo setiap bulannya
2. Diskon 3 % untuk setiap belanja Rp. 200.000,-
3. Mengembalikan selisih harga, apabila produk sejenis yang dijual di minimarket lain lebih murah

Strategi Cepat
Taktik-taktik yang dipakai adalah:
1. Menyediakan recehan yang relatif banyak, dan dikelompokkan berdasarkan nilainya dalam laci kasir
2. Menyediakan dua meja kasir
3. Menggunakan price tag scanner

Nah, dengan contoh di atas, jelaslah sudah perbedaan antara strategi dengan taktik ^_^
Berdasarkan data-data hasil evaluasi yang diperoleh setelah menerapkan ketiga strategi dan taktik-taktiknya selama misalnya tiga bulan, akan diketahui efektivitas dan efisiensinya dengan tujuan utama sebagai tolak ukurnya. Data-data tersebut merupakan data primer dalam penilitian bisnis.
Si Abah merencanakan akan melakukan penelitian bisnis setiap tahunnya untuk mengetahui kendala-kendala bisnis yang dihadapi sehingga dapat diketahui hal-hal yang mesti diubah, diperbaiki atau ditingkatkan.

By: Naning Nichasari (01111037)
Akuntansi

http://nichasari.mhs.narotama.ac.id

MANAJEMEN STRATEGIK

STRATEGI DAN TAKTIK

Kedua kata ini, strategi dan taktik, cukup sering kita dengar, misalnya di bidang militer, politik dan bisnis. Disini saya mencoba memaparkan perbedaan kedua kata itu dalam aplikasi bisnis.
Strategi adalah pendekatan (cara) umum yang dilakukan suatu organisasi atau perusahaan untuk mencapai dan memperoleh tujuan. Sedangkan taktik adalah cara-cara yang bersifat spesifik yang dilakukan untuk menerapkan strategi yang dipilih.
Misalnya si Abah, seorang entrepreneur yang baru saja memulai usaha minimarket, dalam istilah klasik “kedai sampah” ^_^
Si Abah bertujuan untuk terus menghidupkan, memajukan dan mengembangkan minimarket tersebut dengan keuntungan bersih minimal 20%. Untuk mencapai dan memperoleh tujuan itu si Abah menerapkan tiga strategi yaitu Nyaman, Murah dan Cepat.
Oh ya, sebelum si Abah membuka usaha minimarket itu, dia telah melakukan penelitian bisnis awal (Start Up Business Research) yang memberikan data-data bahwa potensi bisnis minimarket di lokasi yang dipilihnya sangat menguntungkan (mengenai penelitian bisnis awal, insyaallah dalam tulisan tersendiri).
Dalam merealisasikan ketiga strategi itu, si Abah menerapkan taktik-taktik sebagai berikut:
Strategi Nyaman
Taktik-taktik yang dilakukan adalah:
1. Suhu ruangan minimarket tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin (adem)
2. Dinding, rak-rak dan lantai yang bersih
3. Rak-rak dan produk-produk dagangan disusun rapi, dikelompokkan berdasarkan jenisnya

Strategi Murah
Taktik-taktik yang digunakan adalah:
1. Membuat tiga hari promo setiap bulannya
2. Diskon 3 % untuk setiap belanja Rp. 200.000,-
3. Mengembalikan selisih harga, apabila produk sejenis yang dijual di minimarket lain lebih murah

Strategi Cepat
Taktik-taktik yang dipakai adalah:
1. Menyediakan recehan yang relatif banyak, dan dikelompokkan berdasarkan nilainya dalam laci kasir
2. Menyediakan dua meja kasir
3. Menggunakan price tag scanner

Nah, dengan contoh di atas, jelaslah sudah perbedaan antara strategi dengan taktik ^_^
Berdasarkan data-data hasil evaluasi yang diperoleh setelah menerapkan ketiga strategi dan taktik-taktiknya selama misalnya tiga bulan, akan diketahui efektivitas dan efisiensinya dengan tujuan utama sebagai tolak ukurnya. Data-data tersebut merupakan data primer dalam penilitian bisnis.
Si Abah merencanakan akan melakukan penelitian bisnis setiap tahunnya untuk mengetahui kendala-kendala bisnis yang dihadapi sehingga dapat diketahui hal-hal yang mesti diubah, diperbaiki atau ditingkatkan.

By: Naning Nichasari (01111037)
Akuntansi